#RuangBercerita tayang juga versi audionya di kanal youtube jagadmanas. Ruang bercerita adalah sebuah ruang yang disediakan untuk bercerita tentang segala sesuatu yang mungkin terjadi sama saya sendiri, atau juga orang lain.
Di episode 24 ini aku ingin kamu tahu, cinta memang tak bisa dipaksa. Kamu berhak mencari kebahagiaanmu, sebagaimana aku juga mencari kebahagiaanku sendiri.
Cinta Itu Ada, Nyata, Meski Hati Ini Patah
Aku pernah berangan, kita berdua berjalan di tepi pantai, lalu aku mengajakmu naik ke perahu kecil, berlayar jauh dari keramaian, dan menemukan kedamaian di lautan luas bersamamu. Sungguh dunia ini begitu indah karena kehadiranmu.
Namun, takdir berkata lain. Aku terlambat menyadari bahwa dalam setiap senyuman dan tawa yang kita bagikan, hatimu telah berpindah ke pelukan orang. Perasaan campur aduk memenuhi hatiku. Sedih, kecewa, dan cemburu saling bertarung dalam benakku. Aku merasa seperti perahu kecil yang terombang-ambing di lautan badai emosi.
Entah sejak kapan kau mulai melabuhkan hatimu di tempat lain. Apakah itu terjadi ketika kita masih berdua berjalan di tepi pantai? Atau mungkin ketika kita berbagi cerita di bawah langit berbintang? Aku tak tahu. Yang kutahu, cinta yang aku sematkan begitu dalam ternyata tak mampu mengikatmu di sisiku.
Aku tahu bahwa cinta tak bisa dipaksa.
Kau berhak mencari kebahagiaanmu,
Sebagaimana aku juga mencari kebahagiaanku sendiri.
Mungkin saat ini, aku harus membiarkan perahu ini berlayar sendiri, mencari tempat di mana hati ini bisa menemukan ketenangan tanpamu. Perahu kecil ini akan berlayar menjauh, mencari cinta yang tak mungkin aku temukan di sini.
Aku percaya suatu hari nanti, bahagia akan menemui kita masing-masing, meski tak bersama dalam satu perahu yang sama. Semoga langit senantiasa cerah di hadapanmu, dan ombak kehidupan membawamu kepada surga yang kau impikan.
Selamat tinggal cinta yang tak terwujudkan. Perahu kecil ini akan terus berlayar, mencari surga di tengah lautan luas, tanpa rasa cemburu, hanya dengan penuh harap pada takdir yang telah tertulis.
Tak apa, akan tetap besar rasa terima kasihku padamu. Cerita-ceritamu, perkataanmu, dan hal-hal kecil darimu, semua itu sudah cukup untuk mengembalikan percayaku. Bahwa cinta itu memang ada, nyata, meski hati ini patah.
Terima kasih buat kamu yang sudah menyempatkan membaca sedikit dari tulisan ini. Karena sebaik-baiknya cerita adalah yang diceritakan.
Babay.