Hai, Bagaimana Lebaranmu Kemarin?

Ini adalah episode 01 dari #RuangBercerita yang tayang juga versi audionya di kanal youtube jagadmanas. Ruang bercerita adalah sebuah ruang yang disediakan untuk bercerita tentang segala sesuatu yang mungkin terjadi sama saya sendiri, atau juga orang lain.

Di episode 01 ini, tema yang diangkat adalah tentang pertanyaan-pertanyaan yang kerap ditanyakan saat lebaran. Juga motivasi untuk orang-orang yang bingung menghadapi pertanyaan “kapan nikah?” saat ketemu saudara atau siapapun di lebaran.

Selamat membaca..

Hai, bagaimana lebaranmu kemarin?

Hai, bagaimana lebaranmu kemarin? aku harap, kamu masih tetap semangat buat ngejalanin perjalananmu yang masih belum sempat kamu ceritakan.

Biasanya, di lebaran kamu selalu bahagia karena bisa kumpul bareng keluarga. Namun, kamu juga akan bisa begitu deg-degan, karena dapat pertanyaan yang hampir sama setiap tahun. Entah itu pertanyaan tentang sekolahmu, pekerjaanmu, pacarmu, atau mungkin pertanyaan yang selalu bikin kamu gelagapan, seperti, kapan nikah?

Aku tahu, pertanyaan itu kamu anggap seperti angin lalu yang cuma lewat hanya untuk membelaimu. Namun aku juga tahu, angin itu bukan meninggalkan bekas di kulitmu, tapi di hatimu. Dan walaupun kamu terlihat tampak begitu tenang, namun aku yakin tidak dengan hatimu.

Kamu tak perlu memikirkan apa yang mereka katakan, walau pertanyaan itu terus berulang setiap tahun. Terlebih lagi tentang pertanyaan kapan nikah?

Ingatlah, ada satu hal yang aku tahu tanpa harus menjalaninya lebih dulu.

“Berkeluarga memang berat,
tapi berkeluarga dengan orang yang salah,
jauh lebih berat daripada menikah terlambat.”

Dan buat kamu yang sering nanya kapan nikah? berhentilah. Berhentilah memaksakan apa yang kamu percayai agar orang lain percaya juga.

“Nikah tak pernah punya batasan usia, apalagi standarnya.“

Dan sekarang lebaran sudah usai, namun perjalanan di depan masih panjang. Aku harap, tawamu masih sama seperti sebelum lebaran.

Terima kasih buat kamu yang sudah menyempatkan membaca sedikit dari tulisan ini. Karena sebaik-baiknya cerita adalah yang diceritakan.

Babay..

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top