Isi Kepalaku Tidak Teratur, Lebih Dari Lalu Lintas Kota Yang Ngawur

#RuangBercerita tayang juga versi audionya di kanal youtube jagadmanas. Ruang bercerita adalah sebuah ruang yang disediakan untuk bercerita tentang segala sesuatu yang mungkin terjadi sama saya sendiri, atau juga orang lain.

Di episode 22 ini aku cuma ingin kamu tahu, bahwa di malam yang paling buta, kepalaku masih betah berjaga. Sekali lagi, ada begitu banyak tanda tanya, lebih dari satu, dua, dan tiga.

Isi Kepalaku Tidak Teratur, Lebih Dari Lalu Lintas Kota Yang Ngawur

Seharusnya aku sudah tidur, tetapi isi kepalaku tampaknya begitu tidak teratur. Lebih parah dari lalu lintas kota yang ngawur. Dan kalau digali lebih dalam, isinya sepi, gelap dan bergema seperti lorong tua bawah tanah.

Gelapnya malam, menemani rentetan pikiran yang tak kunjung padam. Seperti hujan yang mengguyur, kekhawatiran, kebingungan dan kecemasan terus mengeluyur. Pikiran-pikiran itu seperti kendaraan di pagi hari, berlalu lalang dengan kecepatan tinggi, berisik dan tak terkendali. Aku berusaha menenangkan diri, namun hening sepertinya masih berlari.

Lorong bawah tanah dalam pikiranku menyimpan kenangan-kenangan yang begitu kelam. Seakan-akan ada rahasia tersembunyi di balik dinding retaknya. Satu persatu masalah, kegagalan dan ketakutan terus berputar di sana, semakin membingungkan karena gemanya.

Aku ingin menemukan cahaya untuk menerangi lorong gelap ini. Namun, terkadang sepertinya aku kehilangan arah, terjebak dalam labirin yang tak berujung. Tapi entah mengapa, di tengah segala kekacauan, ada satu hal kecil yang masih menyala. Itu harapan. Harapan bahwa seperti malam yang akan berlalu, pikiran ini pun tak akan lagi menjadi benalu.

Aku terus mengingatkan diriku sendiri bahwa ini hanyalah malam yang gelap, bukan akhir dari segalanya. Ada pagi yang cerah menanti, di mana pikiran-pikiran tak terkendali akan menemui henti. Dan aku percaya, seiring waktu berjalan, lorong-lorong yang kelam akan semakin pudar, menghilang, dan aku akan menemukan kedamaian di keheningan malam.

Terima kasih buat kamu yang sudah menyempatkan membaca sedikit dari tulisan ini. Karena sebaik-baiknya cerita adalah yang diceritakan.

Babay.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top