Rinduku Padamu
aku tak tau apa yang terjadi,
dan aku tak mengerti
kenapa bisa seperti ini.
dada perlahan begitu berat,
nafas seakan tersedak,
dan mata pun serasa sebah.
perlahan air pun jatuh,
membasahi kelopak mata dan pipi
tanpa ada isyarat.
ketika kisah itu datang.
semua rasa seolah kembali nyata.
seakan kembali pada masa,
dimana hari-hari itu masih ada.
ada kisah yang telah hilang,
namun, ada yang hanya terbatas
oleh jarak, ruang dan waktu.
terkadang,
aku berharap kisah itu masih ada.
walau hanya sebentar saja
mungkin inilah
sedikit coretan dariku
coretan bentuk Rinduku padamu..
*untukmu yang sudah tak bersamaku
*yang sudah terpisah jarak, ruang dan waktu dan
*yang sudah terpisah oleh dunia yang berbeda
17 Mei 2015 – Jagadmanas
